6 Cara Mudah Mengetahui Lowongan Kerja Asli Atau Palsu

Untuk bisa mengetahui lowongan kerja asli atau palsu harus tau ciri-cirinya.

Ada banyak sekali informasi lowongan pekerjaan diluar sana dari berbagai sumber, dari website, media sosial, dan banyak sumber lainnya.

Tapi tidak semuanya benar dan bisa dipercaya, karena sekarang banyak sekali kejahatan dengan modus lowongan pekerjaan.

Targetnya tentu para pencari kerja yang masih pemula, awam, kebanyakan yang kena adalah mereka yang baru lulus.

Besarnya keinginan untuk segera bekerja membuat mereka tidak berfikir panjang dan gampang terbuai.

Nah, kalian jangan sampai menjadi korban.

Kenali perbedaan dan ciri-ciri informasi lowongan kerja yang asli dan palsu agar kalian tidak tertipu.

Cara Membedakan Informasi Lowongan Kerja Yang Asli Dan Palsu


Modusnya sebenarnya mudah terbaca jika lowongan kerja palsu, mereka menyebar informasi melalui website atau media sosial dengan kata-kata yang memikat korban.

Seperti gaji tinggi, langsung masuk, dan masih banyak lainnya.

Jika kalian terjebak nanti kalian hanya akan dimintai uang tapi tak kunjung bekerja, atau mungkin bekerja tapi tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

Berikut ini ciri-ciri lowongan kerja palsu dan perbandingannya dengan lowongan kerja asli...

1. Mengatasnamakan perusahaan fiktif

Kebanyakan penipu menggunakan nama perusahaan fiktif saat mencari korban, bahkan biasanya tidak mencantumkan nama perusahaan.

Misalnya hanya menuliskan "Perusahaan export-import", kalau kalian menemukan yang seperti ini sebaiknya hindari dan jangan mencoba melamar.

Sedangkan jika lowongan kerja asli pasti nama dan alamat perusahaan ditulis secara jelas.

2. Tanpa tes, langsung wawancara atau langsung masuk

Ini yang paling gampang untuk mengetahui lowongan kerja palsu, semua perusahaan saya yakin akan mengadakan tes seleksi untuk merekrut karyawan baru.

Tidak mungkin tanpa tes, langsung interview apalagi langsung kerja.

Umumnya calon karyawan pasti akan melewati beberapa tahap tes seleksi sebelum dinyatakan diterima bekerja, mulai dari tes tulis, wawancara sampai tes kesehatan.

3. Meminta pelamar untuk melamar melalui sms, WhatsApp, email dan situs gratisan

Tidak ada sejarahnya melamar kerja melalui sms, jika ada yang menawarkan pekerjaan melalui sms atau WhatsApp kalian jangan pernah percaya.

Perusahaan juga tidak mungkin menggunakan provider email gratisan semacam Gmail atau Yahoo, mereka pasti menggunakan email berbayar.

Situs gratisan biasanya menggunakan ekstensi domain blogspot.com, .me, .xyz, jangan pernah percaya jika ada yang meminta anda melamar melalui situs seperti itu.

Jalur yang biasa digunakan untuk menerima berkas lamaran adalah melalui POS, email, atau website.

4. Alamat tes di ruko dan diarahkan

Perusahaan biasanya mengadakan tes seleksi di kantornya langsung, tidak mungkin di ruko pinggir jalan.

Apalagi kalian sampai diarahkan jalan untuk menuju ke lokasi.

Jika kalian mendapatkan undangan tes seperti ini jangan percaya.

Normalnya pihak HRD hanya memberikan undangan tes dengan alamat kantor perusahaan, dan juga tidak diarahkan.

Mau pelamar tau tempatnya atau tidak ya bukan menjadi urusan HRD.

5. Gaji pokok tinggi

Cara paling mudah untuk menggaet korban adalah dengan mengiming-imingi gaji tinggi.

Biasanya diatas UMR, dan jika kalian menanyakan kenapa gaji diatas UMR pasti kalian akan mendapatkan jawaban yang tidak jelas.

Aturan gaji sudah ditetapkan oleh pemerintah dengan memutuskan UMR, UMK, dan yang lainnya.

Jika ada perusahaan yang menawarkan gaji pokok diatas ketentuan tentu aneh dan tidak masuk akal.

6.  Jobdesk yang tidak jelas

Jadi posisi yang ditawarkan tidak jelas, paling sering menggunakan kata-kata "Bagian pendataan barang masuk dan keluar".

Atau membuka untuk posisi yang banyak, jadi tidak jelas.

Jika kalian menemukan lowongan kerja semacam ini lebih baik kalian jauhi dan jangan pernah mencoba untuk melamar.

Lowongan kerja yang resmi atau asli sudah pasti melampirkan posisi yang kosong secara jelas dilengkapi dengan kode posisi yang nantinya harus dicantumkan pada berkas lamaran pelamar.

Nah, berikut ini contoh informasi lowongan kerja palsu...

Ini adalah contoh lowongan kerja palsu yang harus dihindari

Cukup dengan mengetahui 6 ciri lowongan kerja palsu diatas kalian sudah bisa membedakan lowongan kerja asli dan palsu.

Belum ada Komentar untuk "6 Cara Mudah Mengetahui Lowongan Kerja Asli Atau Palsu"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2