Pengalaman Hampir Menjadi Korban Q-Net

Kali ini saya akan berbagi pengalaman saya sendiri yang saya alami beberapa bulan yang lalu. Pengalaman yang cukup suram bagi saya.

Tapi dengan pengalaman ini memberikan banyak sekali pelajaran, tidak hanya untuk saya tapi bagi kalian pencari kerja agar lebih berhati-hati.

Pengalaman ini juga sebenarnya membuat saya kaget, ternyata saya masih sepolos ini.

Awal Mula Cerita

Jadi pada bulan Juni 2019 saya berpindah kota rantau dari Bekasi ke Boyolali karena sudah sangat jenuh dengan kehidupan di Bekasi.

Saya memilih Boyolali karena ada teman saya, dan memang mencari suasana yang damai dan yang paling penting murah biaya hidupnya.

Tujuan utama saya ke Boyolali untuk mencari kerja sebagai sampingan lalu yang utama untuk memperdalam Blogging.

Sampai disuatu hari saya mendapatkan informasi lowongan kerja di salah satu forum facebook, sampai saat inipun postingan info loker tersebut masih ada.

Contoh informasi lowongan kerja modus penipuan Q-Net

Screenshot diatas saya ambil pada jam 23:05 tanggal 22-07-2019.dan yang membuat saya kaget ternyata nama akunnya sudah berubah. Saya masih ingat betul sebelumnya namanya Faresh Erlangga.

Nah, jadi saya menemukan loker tersebut dan tanpa rasa curiga saya langsung menghubungi nomor WA yang tertera.

Kenapa saya tidak curiga? Karena saya benar-benar belum paham bagaimana loker diluar PT. Karena pengalaman saya 4 tahun full di PT.

Singkat cerita dari hasil komunikasi saya didapatkan poin seperti ini...


  • Penempatan kerja disistro yang berada di Magelang
  • Gaji 2.8jt, sangat jauh diatas UMK
  • Tempat tinggal dicarikan, cukup bayar awal saja

Singkat cerita saya diminta untuk mengirimkan berkas yang diminta melalui WA, saya kirimkan semuanya dalam bentuk foto.

Selang beberapa hari, saya masih ingat pada hari Sabtu saya diminta untuk segera ke Magelang dan akan langsung bekerja.

Saya iyakan, pada hari Minggu sore saya pun berangkat ke Magelang dari Boyolali. Melalui jalur ekstrem pegunungan, untung saya suka Riding jadi tidak menjadi masalah.

Apalagi sewaktu melewati kawasan Selo, stress yang saya bawa dari Bekasi seketika hilang.

Sekitar 2 jam lebih perjalanan saya masuk di Kota Magelang, saya diminta untuk menuju terminal Muntilan dan saya akan dijemput.

Sayapun menuju ke terminal Muntilan, sampai disana saya harus menunggu sekitar 30 menit.

Ternyata orang yang akan menjemput saya belum sampai, lalu saya diminta untuk menuju bank BRI terdekat dan saya pun langsung menuju ke lokasi.

Sampai dilokasi selang sekitar 20 menit baru saya bertemu dengan orang yang menjemput saya, dan ternyata orang tersebut berjalan kaki.

"Pantesan lama" saya berkata dalam hati.

Setelah sedikit obrolan basi, saya diminta untuk menuju dan tinggal sementara dikosan tempat orang yang menjemput saya tinggal.

Dan ternyata jarak dari titik jemput saya ke kosan lumayan jauh, bahkan bisa dibilang sangat jauh jika jalan kaki, sekitar 3km.

Sampailah saya dikosan yang gelap, sepi, dan kamar kosan disekat menggunakan triplek. Nyaris tidak ada alat pendukung anak kos seperti dispenser, magicom atau yang lainnya.

Disitu saya langsung curiga, apalagi setelah saya mendapatkan beberapa poin dari obrolah yang terjadi setelah saya sampai dikosan.

  • Saya tidak diperbolehkan mencari kosan sendiri dengan alasan nanti tidak ada yang membimbing,
  • Tempat kerja ternyata fiktif, ini kesalahan saya yang harusnya bisa saya antisipasi dari awal.
  • Gaji diatas UMK dengan alasan agar karyawan senang

Sebenarnya dari awal saya sudah menanyakan perihal nama distro tempat nanti bekerja, katanya nama distronya "Wanted".

Saya coba cari di Maps ternyata ada tapi dalam kondisi tutup dan sangat tidak terawat.

Lalu yang paling aneh adalah tidak diperbolehkan mencari kos sendiri dengan alasan tidak ada yang membimbing, jika memang bekerja didistro mau dibimbing apa dikosan?

Yang membuat saya miris adalah ketika saya tau dikosan tersebut tinggal 4 orang dan rata-rata umurnya masih muda dan baru lulus.

Masih polos dan seperti tidak tau kalo mereka sedang dibodohi.

Setelah saya merasa curiga saya menghubungi teman saya dan menceritakan semuanya, saya meminta saran.

Sampai akhirnya saya memutuskan untuk pergi dari tempat tersebut, saya membuat alasan saya akan menginap ditempat teman yang tinggal didekat daerah tersebut.

Itupun salah satu orang disana mencoba menahan saya, tapi saya tidak perduli dan tetap pergi.

Sampai beberapa hari setelah itu saya menemukan informasi jika semua yang saya alami itu merupakan modus Q-Net yang baru.

Pelajaran yang bisa diambil

Berkat pengalaman tersebut saya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga...

Gali sedalam mungkin jika menemukan informasi pekerjaan yang serupa dengan ini, tanyakan nama dan lokasi tempat kerja.

Coba cek menggunakan Google Maps.

Masih untung saya bisa kabur dan belum tertipu sepeserpun.

Bagi kalian yang sedang mencari kerja jadikan pengalaman saya sebagai pelajaran untuk kalian kedepannya.



Belum ada Komentar untuk "Pengalaman Hampir Menjadi Korban Q-Net"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2