Begini Penilaian Tes Kraepelin Yang Dilakukan HRD

Saya yakin banyak diantara kalian yang penasaran dan bertanya-tanya sebenarnya apa sih yang dinilai dari tes kraepelin.

Mungkin hanya ingin tau atau karena kesal karena sering gagal saat menghadapi psikotes jenis ini. Sudah mencoba mengerjakan dengan berbagai strategi tapi tetap saja gagal.

Nah mungkin kalian memang perlu tau apa-apa saja dan bagaimana sebuah lembar jawaban kraepelin diolah sehingga HRD bisa menentukan seseorang lulus atau tidak.

Dengan mengetahui hal ini juga akan membantu kalian ketika akan menghadapi tes kraepelin lagi, dengan mengetahui aspek penilaian berarti kalian paham celahnya.

Cara HRD Melakukan Penilaian Tes Kraepelin


Sebenarnya untuk mengerjakan tes kraepelin sangat mudah, dan untuk bisa lulus pun bukan sesuatu yang sulit.

Tapi mungkin kalian sering merasa grogi dan takut lalu hasil pengerjaan kalian menjadi acak-acakan, alhasil dinilai buruk dan gagal.

Pada dasarnya tujuan tes kraepelin adalah untuk menguji seberapa kuat emosional, konsistensi, dan semangat kalian ketika bekerja dibawah tekanan.

Pekerjaan disimulasikan dengan operasi penjumlahan, dan tekanan berupa waktu pengerjaan yang singkat. 

Jadi nanti akan didapatkan karyawan yang tahan banting dan mampu bekerja dibawah tekanan.

Dinilai dari grafik yang terbentuk

Hasil pengerjaan kalian nantinya akan ditarik garis dan membentuk grafik seperti dibawah ini...


Dari grafik yang terbentuk akan terbaca pola kerja kalian seperti apa.

Seperti apa grafik yang dinilai bagus? Yaitu grafik yang stabil tapi natural, tidak dibuat-buat.

Maksudnya begini, stabil bukan berarti hasil pengerjaan dari baris pertama sampai terakhir sama karena kecil kemungkinan orang bisa konstan.

Jadi yang bagus dan dianggap natural itu terjadi penurunan dan kenaikan yang tidak terlalu jauh.

Sedangkan jika grafik kalian hanya tinggi diawal lalu terjun diakhir bisa dinilai anda sebagai orang yang hanya semangat diawal saja.

Grafik yang naik tajam juga dinilai tidak bagus, dan malah akan dinilai anda merekayasa pengerjaan.

Jadi kesimpulan untuk bentuk grafik yang terbaik adalah alami, terjadi penurunan dan kenaikan yang wajar.

Hasil penjumlahan

Jangan berfikir karena banyaknya angka lalu hasil penjumlahan yang kalian kerjakan tidak diperiksa.

Tetap akan diperiksa walaupun dengan teknik sampling, okelah kalau misal yang dipakai sample bagian yang dikerjakan benar-bener, bagaimana jika sebaliknya?

Anda akan mendapat penilaian buruk karena memanipulasi, melakukan apapun agar terlihat baik.

Bahkan pada artikel saya tentang tips agar lulus kraepelin ada poin khusus yang menerangkan jika kalian harus jujur dan patuh kepada pengawas.

Nah selain kedua poin diatas, kalian juga harus memperhatikan kertas dan tulisan kalian. Jika selama ini kalian menuliskan jawaban acak-acakan dan tidak jelas kalian jangan ulangi itu.

Bisa saja karena pengerjaan yang tidak rapi kalian gagal walaupun grafiknya bagus.

Secara garis besar penilaian atau scoring untuk tes kraepelin adalah dari grafik, hasil penjumlahan dan kerapihan.

Nah, kalian sudah tau cara penilaian tes kraepelin sekarang kan? Berarti sudah tau celahnya, jangan sampai gagal lagi.

Belum ada Komentar untuk "Begini Penilaian Tes Kraepelin Yang Dilakukan HRD"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2